kau tahu angin?
kau pasti tahu
tapi kau tak bisa deskripsikan
apalagi kau sentuh
hanya bisa kau rasakan
ia datang dari udara yang bergerak
angin yang tak terlihat
tapi di setiap hembusan
membawakan Ketenangan
walau kadang ia juga bisa membinasakan.
:Angin pun tentara Allah.
Kamis, 04 Oktober 2012
Minggu, 10 Juni 2012
Drama Kehidupan
semua sudah tertanam sang waktu
terbawa angin lalu
sekalipun menjerit setinggi langit
satu lembar episode hidup sudah tertutup
tak mungkin terbuka kembali
jadikanlah sakit di hati sebagai pisau tajam
untuk membelah kejamnya permainan hidup
tusuklah semua godaan dengan satu tusukan kebenaran
segala sesuatu terjadi dengan seijin-Nya, menurut kehendak-Nya.
:pilihan kita, menerima atau melawan takdir.
fe.
terbawa angin lalu
sekalipun menjerit setinggi langit
satu lembar episode hidup sudah tertutup
tak mungkin terbuka kembali
jadikanlah sakit di hati sebagai pisau tajam
untuk membelah kejamnya permainan hidup
tusuklah semua godaan dengan satu tusukan kebenaran
segala sesuatu terjadi dengan seijin-Nya, menurut kehendak-Nya.
:pilihan kita, menerima atau melawan takdir.
fe.
Minggu, 01 Januari 2012
Di Antara Langit dan Bumi
Bumi tak pernah bertanya
Dimana pijak kaki manusia
Pun langit tak pernah bertanya
Dimana bernaungnya manusia
Tapi manusialah yang sering lupa
Bahwa diantara langit dan bumi
ia terlahir sebagai hamba sahaya
Titahnya menjadi khalifah di atas bumi
Tunduk dan patuh atas perintah Illahi
:ketika langit menangis, bumi pun tersedu-sedu.
Dimana pijak kaki manusia
Pun langit tak pernah bertanya
Dimana bernaungnya manusia
Tapi manusialah yang sering lupa
Bahwa diantara langit dan bumi
ia terlahir sebagai hamba sahaya
Titahnya menjadi khalifah di atas bumi
Tunduk dan patuh atas perintah Illahi
:ketika langit menangis, bumi pun tersedu-sedu.
Jumat, 02 Desember 2011
Ketika Rindu Menjadi Telaga
"Aku mengagumi mukmin. Bila peroleh kebaikan dia memuji Allah dan bersyukur. Bila ditimpa musibah dia memuji Allah dan bersabar." (HR. Ahmad)
Aku sering heran dan takjub dengan orang-orang yang setiap hari tak ada bosannya sujud, berdoa tidak pernah henti. Tidak merisaukan urusan dunianya. Merasa cukup seberapapun rejekinya hari ini. Tidak menumpuk-numpuk harta. Tidak disibukkan dengan kesenangan-kesenangan sesaat.
"Sungguh semakin hari, jam, menit, detik semakin dekat dengan jadwal kematian kita yang kadang sekonyong konyong. Menyesal kemudian tiada berarti...
Apakah tidak cukup bagi kita mengambil iktibar daripada kematian yang bakal datang?
Wa kafa bil mauti wa izhan cukuplah kematian menjadi peringatan."
Wa kafa bil mauti wa izhan cukuplah kematian menjadi peringatan."
Selalu begitu jawaban beliau....
يا من لا يشغله سمع عن سمع
yaa man laa yusyghiluhu sam’un ‘an sam’in
يا من لا تغلطه المسائل
yaa man laa tughlithuhul masaa`il
يا من لا يتبرم بإلحاح الملحين
yaa man la yatabarromu bi ilhaahil malhiin
أذقني برد عفوك وحلاوة رحمتك
adziqnii burda ‘afwika wa halaawata rohmatika
yaa man laa yusyghiluhu sam’un ‘an sam’in
يا من لا تغلطه المسائل
yaa man laa tughlithuhul masaa`il
يا من لا يتبرم بإلحاح الملحين
yaa man la yatabarromu bi ilhaahil malhiin
أذقني برد عفوك وحلاوة رحمتك
adziqnii burda ‘afwika wa halaawata rohmatika
“Wahai Dzat yang tidak sibuk untuk mendengarkan “suara” apa pun.
Wahai Dzat yang tidak akan keliru memberi kepada banyak peminta.
Wahai Dzat yang tidak pernah bosan dengan permintaan yang terus menerus.
Berikan aku sejuknya rasa maaf-Mu dan manisnya rahmat-Mu!”
Wahai Dzat yang tidak akan keliru memberi kepada banyak peminta.
Wahai Dzat yang tidak pernah bosan dengan permintaan yang terus menerus.
Berikan aku sejuknya rasa maaf-Mu dan manisnya rahmat-Mu!”
:sungguh tak ada yang beliau tuju selain karunia berjumpa dan menatap wajah-Mu.
fe.
fe.
Minggu, 13 November 2011
MALAM
Aku tidaklah heran
Dengan mereka yang mencintai malam
Menjaga mata dari kantuk
Menjauhkan lambung dari tempat tidur
Demi mesra berdua dengan Sang Kekasih
Aku tidak lagi heran
Mereka menikmati perjumpaan
Menikmati lezatnya jamuan
Melebihi lezatnya segala hidangan
Demi menjauhkan diri dari kesia-siaan.
:memilih sunyi senyap kedamaian.
fe.
Dengan mereka yang mencintai malam
Menjaga mata dari kantuk
Menjauhkan lambung dari tempat tidur
Demi mesra berdua dengan Sang Kekasih
Aku tidak lagi heran
Mereka menikmati perjumpaan
Menikmati lezatnya jamuan
Melebihi lezatnya segala hidangan
Demi menjauhkan diri dari kesia-siaan.
:memilih sunyi senyap kedamaian.
fe.
Langganan:
Postingan (Atom)