kita tak kuasa menghindari takdir
kita hanya sebuah singgah
yang pernah dilewati bahagia
lalu berakhir
biarkan menjadi hati yang benar-benar kita kehendaki
menjumpai di baris-baris yakin yang menerima atas segala yang terjadi
biarkan hening berjalan sendiri
biarkan bunga gugur lebih tabah dari kecupan terakhir kali.
:tak ada yang sia-sia.
fe.
Jumat, 19 Juli 2013
Jumat, 22 Februari 2013
Sejarah Airmata
seperti air mata,
ketabahan adalah cindera hati
yang tertanam di penghujung gerimis
dan kelak berbuah pelangi
lalu kesendirian dipilih sebagai taman sepi yang ia miliki
lihatlah wajah bercermin di tanah pemakaman kata-kata
atau asyik bersabda tentang sejarah air mata?
mengecup pada air mata
tentang luka
tentang ketidak-berdayaan
mengapa embun begitu bening?
tak sebening airmata yang jatuh berkeping?
:jangan terlalu dalam mengubur air mata, nak!
fe.
ketabahan adalah cindera hati
yang tertanam di penghujung gerimis
dan kelak berbuah pelangi
lalu kesendirian dipilih sebagai taman sepi yang ia miliki
lihatlah wajah bercermin di tanah pemakaman kata-kata
atau asyik bersabda tentang sejarah air mata?
mengecup pada air mata
tentang luka
tentang ketidak-berdayaan
mengapa embun begitu bening?
tak sebening airmata yang jatuh berkeping?
:jangan terlalu dalam mengubur air mata, nak!
fe.
Sabtu, 05 Januari 2013
Ketika BENCI Menjadi Raja Di Hati
sampaikan terima kasih
kepada orang-orang
Yang telah menabur benih benci
Yang telah menabur benih benci
Karenanya engkau akan belajar memaafkan
panggillah hujan
atau gerimisnya awan
atau gerimisnya awan
:untuk menghapus semua benci agar hilang dari ingatan.
Jumat, 30 November 2012
Cerita Nisan Kepada Kamboja
Ini adalah bulir-bulir mutiara yang kutemukan di sudut mata Manja,
penuh dengan azimat iba
mengusung mimpi seperti bumi pinta langit untuk menaungi
cerita itu terurai menjadi penggalan puisi
begitu sempurna tanpa sangka
menisik jemari di atas rumput yang menarikan cerita
embun mulai turun ketika putik bunga bersemi
meski hati kadang tak mengerti
lalu angin malam adalah tangisan
saat menemui gelap sendirian
Bagaimana semestinya jika hendak menangis karena resah?
Tiada tiang sanggah ketika seperti sekarang ini, hanya pasrah
sebutir debu telah bersaksi
bahwa pijak kaki hanya diatas bumi
dan syair-syair mengantarkan jauh, jauh ke tengah samudera
dalam ribuan gemuruh layar terbuka
biarkan hujan melunturkan seribu tanya yang menggerimis
menggugurkan dedaunan yang menangis
di sini, tersembunyi cerita
sejarah manusia dengan syair-syairnya
hingga nanti mereka melupa
tanpa sangka.
:sengketa tanah pujangga.
fe.
penuh dengan azimat iba
mengusung mimpi seperti bumi pinta langit untuk menaungi
cerita itu terurai menjadi penggalan puisi
begitu sempurna tanpa sangka
menisik jemari di atas rumput yang menarikan cerita
embun mulai turun ketika putik bunga bersemi
meski hati kadang tak mengerti
lalu angin malam adalah tangisan
saat menemui gelap sendirian
Bagaimana semestinya jika hendak menangis karena resah?
Tiada tiang sanggah ketika seperti sekarang ini, hanya pasrah
sebutir debu telah bersaksi
bahwa pijak kaki hanya diatas bumi
dan syair-syair mengantarkan jauh, jauh ke tengah samudera
dalam ribuan gemuruh layar terbuka
biarkan hujan melunturkan seribu tanya yang menggerimis
menggugurkan dedaunan yang menangis
di sini, tersembunyi cerita
sejarah manusia dengan syair-syairnya
hingga nanti mereka melupa
tanpa sangka.
:sengketa tanah pujangga.
fe.
Kamis, 04 Oktober 2012
Kau Tahu Angin?
kau tahu angin?
kau pasti tahu
tapi kau tak bisa deskripsikan
apalagi kau sentuh
hanya bisa kau rasakan
ia datang dari udara yang bergerak
angin yang tak terlihat
tapi di setiap hembusan
membawakan Ketenangan
walau kadang ia juga bisa membinasakan.
:Angin pun tentara Allah.
kau pasti tahu
tapi kau tak bisa deskripsikan
apalagi kau sentuh
hanya bisa kau rasakan
ia datang dari udara yang bergerak
angin yang tak terlihat
tapi di setiap hembusan
membawakan Ketenangan
walau kadang ia juga bisa membinasakan.
:Angin pun tentara Allah.
Langganan:
Postingan (Atom)